Home Blog Warga Kisah Ayam

Kisah Ayam PDF Print E-mail
Written by Widi Achmad Gozali   
Monday, 18 January 2010 17:59

"brakkkk"

Suara itu mengagetkan aku yang sedang melihat keluar kaca jendela kereta api "cepat" ku.

"astagfirullah,..kasihan sekali...." usus korban langsung tercerai berai,...tulang benulang remuk lantak.

Segerombol ayam-ayam kampung mencari makan dipimpin sang induk yang rajin mengais-ngais tanah, sesekali sang induk memanggil anak-anaknya supaya makanan hasil "korehannya" bisa dinikmati anak-anaknya.

Kuperhatikan dengan seksama kelakuan anak-anak ayam itu. hmmm.. ada yang cuma berlari lari mendekati induknya, tapi sayang, dia selalu terlambat, mungkin karena badannya nggak sebesar sodara-sodaranya...hmm kasihan juga.

Satu saat sang ayam kecil itupun mendapatkan "rejeki" nya, mungkin karena kuperhatikan dia merubah strateginya, dia selalu mengikuti kemana ibunya mengais rejeki. Kala itu rejeki yang didapat cukup lezat buat mereka, kalo kulihat, mungkin semacam kecoak yang "segar".

Dengan riang gembira dia bawa rejeki yang baru didapat...berlari menjauhi sodara-sodaranya. Tapi kulihat ada seekor ayam yang lebih besar dari dia terus mengejar, berusaha untuk merebut makanan sodaranya. Si kecil terus berlari, tapi apa daya si besar sudah banyak makan asam garam per ayam an, dia berhasil merebut makanan itu dari si kecil.

Dengan sedih, si kecil mengejar ngejar untuk merebut kembali haknya, tapi si besar terus saja mengelak dan berlari, dan sayangnya di dia tidak menyadari dari arah pinggir, kereta ekspres dengan gagahnya melitas tanpa memberika aba-aba...

brakkkkkkk............................ si besar tidak berwujud lagi.

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
 
Previous Next
DIRGAHAYU RI 65 TH

Newsletter

 

Griyamelati.net  ::  Website Perumahan di Kota Bogor

Last Comment

10 Friday, 21 May 2010 22:26
selly
siap nongkrong di depan metro n tvri besok pagi.. GM diliput lowh...
9 Sunday, 18 April 2010 08:08
Widi Achmad Gozali
Teman-teman, tolong apabila ada informasi, bisa dipost di sini, nuhun
8 Saturday, 17 April 2010 14:13
veronica
wow sangat menginspirasi tuh,,,
saya ingin numpang tanya,,jika ingin melakukan kegiatan kunjungan ke griya melati, siapa yg dapat saya hubungi ya dan brp nomor telponny??
saya dan teman2 berniat ingin melakukan kunjungan ke tmpt2 seperti ini, terutama setelah membaca artikel ini..ditambah lagi yg saya baca di web ini, selain membuat kompos ada pula pak tedy dan ibu sharmila yg mengolah hsl limbah plastik menjadi benda2 berguna seperti tas dan lainnya..
terima kasih
7 Thursday, 25 February 2010 14:56
Widi Achmad Gozali
Bravo, lanjutkan :)
6 Wednesday, 18 November 2009 13:27
Widi Achmad Gozali
MERDEKA......MERDEKA !!

Jadi terharu lagi baca tulisan ini, kita bangga sebagai bangsa Indonesia, ketika semangat itu mulai pudar...Ingat perjuangan Pahlawan kita....Ingat Upacara Bendera di RW kita....MERDEKA...