Home Lain-lain Menara BTS diSekitar Perumahan GM

Menara BTS diSekitar Perumahan GM PDF Print E-mail
Written by Widi Achmad Gozali   
Tuesday, 20 January 2009 08:47

Ada berita dari warga di depan perumahan kita, bahwa dalam waktu dekat ini akan dibangun menara BTS (base transceiver station) di samping jalan Cifor di depan perumahan kita, terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, mungkin warga bertanya-tanya, apabila rencana ini memang benar, bagimana pengaruh sinyal BTS kepada kesehatan manusia.

Berikut tulisan seorang Guru Besar Ilmu Kesehatan  Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, peneliti pengaruh radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan, Prof Dr dokter Anies MKes PKK.

Pembangunan tower telekomunikasi atau BTS (base transceiver station) bermunculan di berbagai daerah, bahkan telah menjadi problem perkotaan. Salah satu isu yang dikemukakan adalah adanya efek negatif gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi selular tersebut.
Pertanyaan yang sering muncul adalah berbahayakah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan tersebut ?

Efek Termal

Level batas radiasi elektromagnetik yang diperbolehkan menurut standar WHO (World Health Organization) adalah 4,5 watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 watt/m2 untuk frekuensi 1800 MHz.
Level maksimum yang dikeluarkan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) 6 watt/m2 untuk frekuensi 900 MHz dan 12 watt/m2 untuk frekuensi 1800 MHz.

Berdasarkan pengukuran di lapangan, pada jarak sekitar satu meter dari jalur pita pancar utama menara BTS yang berfrekuensi 1.800 MHz, diketahui bahwa total radiasi yang dihasilkan sebesar 9,5 watt/m2. Jika tinggi pemancarnya sekitar 12 meter, maka orang yang berada di bawahnya terkena radiasi sebesar 0,55 watt/m2.

Secara teoritis, jumlah itu memang tidak berbahaya. Meskipun hitungan secara matematis menunjukkan bahwa efek negatif pemancar berfrekuensi tinggi itu relatif kecil, beberapa negara justru mulai memperhatikannya secara serius.
Menurut Joachim Schuz, peneliti dari Universitas Mainz, Jerman, efek termal dan radiasi pemancar selular merupakan wacana yang sedang diteliti secara intensif. Beberapa negara seperti Jerman, Austria, Spanyol, dan Perancis, telah meneliti efek radiasi elektromagnetik frekuensi tinggi dalam kaitannya dengan kesehatan.

Di samping efek radiasi, pemancar berfrekuensi tinggi itu juga menghasilkan efek termal di sekitar pemancarnya. Semakin tinggi frekuensi suatu pemancar, semakin tinggi pula panas yang dihasilkan. Sebagai contoh, pemancar berfrekuensi 1.900 MHz dapat menghasilkan panas sampai 200 derajat celcius dalam radius dua meter.

Jangan Cemas

Membahas dampak radiasi gelombang radio terhadap kesehatan manusia, tidak lepas dari energi yang dihasilkan oleh perangkat tersebut.
Pancarannya selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik. Hal itu dapat ditunjukkan dalam spektrum elektromagnetik.
Spektrum elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan panjang gelombang, frekuensi, serta efeknya. Apabila pemancar itu berfrekuensi 900ñ1.900 MHz, bandingkan dengan frekuensi gelombang elektromagnetik dari peralatan elektronik yang hanya 50 Hz. Adapun microwave oven bahkan jauh lebih besar lagi, yaitu  2,45 GHz. Padahal, semakin besar frekuensi dan semakin kecil panjang gelombangnya, efeknya lebih besar. Artinya, pemancar radio tersebut memang memiliki energi dan efek radiasi yang besar, sebesar radiasi yang ditimbulkan oleh telepon selular (ponsel) kita.  Namun, itu di udara, di sekitar tower.

Padahal, faktor jarak manusia dengan sumber radiasi sangat berperan. Semakin jauh jarak manusia dari sumber, semakin kecil radiasi yang diterima.
Asumsinya, tidak ada manusia yang berada di  ìawang-awangî, bukan ?  Jadi tidak perlu khawatir terhadap efek radiasinya.

Sebenarnya yang perlu diwaspadai dari menara BTS itu adalah efek jangka panjang yang belum diketahui. Kajian mendalam seharusnya justru kepada struktur tanah untuk pondasi menara BTS; apakah tanahnya labil, dan secara geologis termasuk daerah patahan atau tidak ? Sebab, struktur bangunan menara itu sendiri yang dapat berisiko roboh dan menimbulkan bahaya kecelakaan.

Karena itu, masyarakat yang berada di bawah atau di sekitar menara BTS tidak perlu cemas, sebab tidak akan mengganggu kesehatan. Justru robohnya menara yang berkaitan dengan kualitas konstruksi yang perlu diwaspadai. Kalau secara teknis konstruksi menara sudah memenuhi syarat, warga di sekitar menara boleh tidur tenang. Sekali lagi, sama sekali tidak berkaitan dengan urusan radiasi.

 

Comments (22)
22 Tuesday, 16 June 2009 17:57
budi
saya tunggu ya balasanya
kl bisa lengkap dengan pembahasanya ,trima kasih sebelumnya
21 Tuesday, 16 June 2009 17:55
budi
berapa herzt besar frekuensi jika kita menginginkan jarak 25 meter
20 Friday, 06 February 2009 00:09
alpino
Saat ini kan di belakang rumah kami terdapat BTS salah satu operator yang sudah mulai bediri 6 thn silam, sedangakan kami kesetiap hairannya lalu lalang di sekitar bawah selter perangkat & BTS. Yang saya tanyaan jenis radiasi apakah yang terpancar? bagaimana dampak pengaruh terhadap kita sebagai pemilik lahan? yang kedua apa kah nama Equipment test radiasi nya dan standartnya berapa lama BTS tersebut di test dan oleh siapa? ( pemerintah kota or operator yang bersangkutan ). Terima kasih banyak mohon di forward ke almat emaik saya juga.
Salam,
19 Friday, 23 January 2009 11:25
Rizal
Yth, Bapak/Ibu/Sdr-i + Nini + Aki, Pakai Bahasa Indonesia dong comment nya...saya tidak mengerti nih?...apa sih maksudnya????
18 Thursday, 22 January 2009 16:06
Nini
deuh eta si aki pedah can dileumpeungkeun ka mak erod ngomongna jadi bengkok..... eta artikeul teh ngmongkeun plus jeung minusna BTS..lain ngomongkeun nusejen.....he..he..he... bade ku nini dileumpeungkeun?
17 Thursday, 22 January 2009 15:44
aki
ari akimah arek ngaluruskeun da neangan ma erod eweuh... da nu aki teh bengkok wae...... ari incu rizal tiasa ngaluruskeun heuteu?
16 Thursday, 22 January 2009 15:37
Aki
Baca atuh artikeulna..... supaya coment incu kabeh nyarambung jeung artikelna... perhatikeun ti nomor 1 sampe 14... cik urut2keun.. kamana deui ieu anu nyieun artikeul teu muncul2.... partanyaan nomor opat can dijawab kumaha ieu teh admin?
15 Thursday, 22 January 2009 15:32
Aki
aya naon ieu teh incu-incu aki anu di GM? naon nu diributkeun? karunya atuh ka incu aki (rizal) pan eta teh energenzerna Gm tong dikukumahakeun... lamun eweh manehna sepi eta GM.....he..hexx
14 Thursday, 22 January 2009 13:31
abinsajalah
Gini Neng Geulis, sebelumnya aa kasih tau..ieu teh "abinsajalah" sanes a rizal? Okeh? (a rizal teu tiasa basa sunda 'da urang GERMAN). Eta Performance teh? aa nyalonkeun ketua DKM Masjid Nurul Ikhsan mung kenging 10% suara..eta ge' sa RT-2...kacian deh loh??
13 Thursday, 22 January 2009 06:05
Neng Geulis
Eta Aa Rizal teh bicara apa. Kok nyebut2 performace2 dan menyentuh2. Aa Rizal teh menyetuh naon sampai 10%??
12 Wednesday, 21 January 2009 23:47
Rizal
Ini nih!...yang ini "RIZAL" di dieu yeuh?yang itu abinsajalah..jelas beda dong, hurufnya aja beda?...masa istri di bedong? dibeliin sepeda."Performance"? biar aja kalo udah nyentuh 10% saya pindah ke Metro Pondok indah, sayang rumah d sana nggak di tinggalin...(hehehe juga)
11 Wednesday, 21 January 2009 22:50
tonggeret
Mang Merang yang nggak jelas....Pak Rizal knapa jadi tertuduh..Dia kan client Pak Yudi...pasti ngebekingin dong...dari pada pada internet 700 ribu perbulan....wayaw!
10 Wednesday, 21 January 2009 18:05
Aa Edun
Lieur baca komen akang-akang ieu teh. Artikel kamana, komen kamana, araredun yeuh bapak2 gm mah
9 Wednesday, 21 January 2009 15:52
mang merang
pa Rizal plintat-plintut comentnya....... performance anda dilingkungan gm saya turunkan 75% ... dari 100% ha..ha...ha... ha10x.... emang sapa gua ya..... ha10x........
8 Wednesday, 21 January 2009 11:56
abinsajalah
emang..bener USIL tah si MAMANG!...Pak Yudi..berdo'a saja semoga makin banyak client-nya di GM jadi banyak dukungan....JANGAN lupa saya di bebaskan dari TAGIAHAN...OCEH!
7 Wednesday, 21 January 2009 11:51
abinsajalah
Sy jd mikir kemana2..SUTET aja kalo pemerintah (terdahulu) udah punya mau...kagak ada tuh..aturan tataletak tower? yang masuk?.... tp ini kan kasusnya busines...and gak menyangkut ama "hdp rakyat banyak", Guys kita kawal aja dengan peraturan pemerintah yang berlaku....PEACE akh...!
6 Tuesday, 20 January 2009 13:03
mang usil
mang usil
5 Tuesday, 20 January 2009 10:59
mang usil
maap, mang usil tidak punya kakak, mang usil anak tunggal, jangan ngaku2 ya.. pake nama lain dong, kreatip dikit napa'...




_______________________________________________
Siapa bilang orang sunda tidak bisa nyebut huruf F. PITNAH!
4 Tuesday, 20 January 2009 10:17
Kakaknya Mang Usil
tapi menurut saya mengganggu karena iurannya kemahalan jadi mengganggu kantong he..he.he..., mana belum bayar iuran PDAM lagi satu tahun.....he..he...he..... Kalau letaknya gimana pak? (kalau dihubungkan dengan comentnya adik saya? (mang usil))
3 Tuesday, 20 January 2009 10:05
Widi Achmad Gozali
Kalo dilihat dari artikel diatas, menara BTS yang mempunyai frekwensi lebih tinggi saja tidak berbahaya bagi kesehatan, apalagi menara wireless internet yang frekwensinya jauh lebih rendah dari frekwensi BTS, tentunya tidak ada pengaruhnya untuk kesehatan.
2 Tuesday, 20 January 2009 09:54
Kakanya Mang Usil
Pak widi kalau menaranya pak yudi gimana? mengganggu buat kesehatan enggak?
1 Tuesday, 20 January 2009 09:41
mang usil
Ada peraturan BTS tidak boleh berada dipinggir jalan, minimal dari jalan 500 meter atau setinggi tower tsb, sehingga kalau roboh tidak melintangi jalan. Dan juga harus ada izin gangguan (HO) dari warga sekitar tentu dengan kompensasi yang memadai.

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
 
Previous Next
DIRGAHAYU RI 65 TH

Newsletter

 

Griyamelati.net  ::  Website Perumahan di Kota Bogor

Last Comment

125 Tuesday, 17 August 2010 15:07
alya
gmn sihh spaya bisa nilai yg memuaskan saat UN
Tips Agar Anak Pintar , Yuni Yoyok
124 Sunday, 15 August 2010 07:14
orangkecil
Makanya jangan melanggar, ditilang karena melanggar, gak akan di tilang kl gak melanggar...terlebih sudah melanggar nyogok lagi,malu udah gede-kan bukan anak2 kan...
123 Saturday, 14 August 2010 11:47
prikitiw..
jadi ..mendingan nyogok dong...abis kalo surat warna merah ikut sidang..lama..capek lagi harus ikut sidang,trus bayar denda pula 100rb, kalo warna biru ga ikut sidang, tapi bayar sampai 5oorb..kalo nyogok..bayar 50rb ( kadang 20rb juga mau tuch..policinya..)ga sidang..bisa langsung jalan lagi...he he ..

Hayooo..mau pilih yg mana???
122 Thursday, 12 August 2010 11:23
fanisa daniati
gmana sih cara menghadapi anak setiap marah sampe mengeluarkan kata-kata yg jelek dan tidak wajar, contohnya : goblok, tolol, monyet dll. tolong aku minta solusinya.
Tips Agar Anak Pintar , Yuni Yoyok
121 Friday, 30 July 2010 15:30
Gunadi
so kalo kalian mo coba mana yg bener y silahkan. kalo gw c da kapok. ampir aja gw byr denda 500rb. GILA!!!