Home KOMPOS

KOMPOS
PENGOLAHAN DAUR ULANG GRIYA MELATI PDF Print E-mail
Written by SHARMILA   
Saturday, 24 April 2010 08:29

PENGOLAHAN DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK MENJADI ANEKA PRODUK KERAJINAN  

  OLEH: 

SHARMILA ILYAS

R I N D A   A R T 

PERUMAHAN GRIYA MELATI BLOK C1 NO.9

RT. 003/013 BUBULAK CIFOR BOGOR

TELP. 0251-9202700, 8410321 

 

A. LATAR BELAKANG

            Adapun gagasan dari usaha kami ini adalah timbul dari hasil pelatihan yang diberikan oleh Pengrajin

atau Pelatih yang didatangkan oleh Ketua RW 013 dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada kami

selaku warga perumahan Griya Melati Bubulak Bogor untuk pengolahan dan pemanfaatan daur ulang sampah

menjadi produk yang bermanfaat kembali. Selain itu kami ingin pula menciptakan lapangan kerja baru untuk

menambah penghasilan keluarga dan ikut membantu program pemerintah guna mengurangi penganguran,

 

B. MANAJEMEN

  • Nama Usaha                            : Rinda Art
  • Nama Pemilik                           : Sharmila
  • Bidang Usaha                           : Pengolahan Daur Ulang Sampah
  • Jumlah Karyawan                     : 2 Orang
 

C. SASARAN PEMASARAN

  • Produk yang dipasarkan al        :

1.      Aneka Tas,

2.      Dompet

3.      Tempat Pinsil

4.      Tas Renang

5.      Tempat KOsmetik

6.      Tempat Pakaian kotor

7.      Tas Ransel

8.      Tas Laptop

9.      Tempat Handphone

10.  Tas Untuk Bersepeda

11.  Tempat Tissue

12.  Payung

13.  Pot bunga cantik Dll.

  • Sasaran Konsumen/Pembeli      :

1.      Anak-anak

2.      Remaja

3.      Ibu-ibu Rumah Tangga

4.      Sekolah sekolah

5.      Perkantoran Dll.

 
  • Wilayah Pemasaran                   : Bogor dan sekitarnya
D. PRODUKSI / OPERASIA. Sampah kemasan plastik (Refill)
  • Kapasitas Produksi saat ini       : Dalam 2 Kg Bahan baku dapat menghasilkan 12 macam

                                                              aneka tas per mesin jahit per hari

  • Ketersediaan Bahan Baku         : Melimpah
  • Fasilitas/Sarana Produksi          :  2 Mesin Jahit
  • Dampak Lingkungan                 : Tidak ada dampak negatif tetapi justeru sebaliknya.
 

B. Sampah Sterofom

 
  • Kapasitas Produksi saat ini       : Dalam 1 Kg Bahan baku dapat menghasilkan 10 macam

                                                            Pot Cantik ukuran sedang

  • Ketersediaan Bahan Baku         : Melimpah
  • Fasilitas/Sarana Produksi          : Cetakan Pot Plastik, Parutan, kuas dan sendok semen
  • Dampak Lingkungan                 : Tidak ada dampak negatif tetapi justeru sebaliknya.

  E. PRODUKSI           

            A. Produksi dari Limbah Kemasan Plastik (Refiil)

            A.1 Ciri-Ciri Produk

·        Bahan baku diperoleh dari sampah anorganik berupa sampah plastik dari produk makanan, minuman,

      detergen, pewangi pakaian, minyak dll, yang terdapat nama produk dan merk produk tertentu.

·        Produk yang sangat unik dan tidak ada dipasaran.karena dalam membuat pola produk tertentu harus

      disesuaikan dengan keterbatasan bahan baku.

A.2 Proses Produksi

·        Sampah yang dikumpulkan dari hasil pemilahan di TPS Griya melati dan dari para pemulung ditampung

     di suatu tempat

·        Dilakukan pemilahan sampah sesuai dengan bekas fungsinya misal pilah kemasan pewangi dengan kemasan

      minyak karena untuk memudahkan proses pencucian.

·        Agar proses pencucian lebih maksimal kemasan plastik tersebut harus dipotong bagian atas dan bagian

      bawahnya agar bagian dalam plastik lebih mudah di cuci.

·        Setelah terpilah dan terkumpul cukup banyak kemudian dilakukan proses pencucian dengan cara kemasan

      direndam dahulu selama 15 menit. Dan selanjutnya dicuci bersih.

·        Selanjutnya kemasan dikeringkan dengan cara dijemur dan di lap sehingga terlihat bersih kembali

·        Bahan baku yang telah bersih kemudian di pilah pilah lagi sesuai dengan nama produk, merk dan ukurannya

·        Untuk menghilangkan kesan bahan produk ini terbuat dari daur ulang maka gunting dan potong dan jahit

      kemasan sesuai pola falen-falen yang diinginkan.

·        Selanjutnya buat pola suatu produk diatas falen.

·        Setelah pola jadi maka proses jahit dilakukan dengan penambahan bahan pembantu seperti bisban,

      retsluiting dan wecrow sehingga menjadi produk tas misalnya.

·        Setelah produk selesai dilakukan quality control sekaligus pemasangan merk produknya.

·        Produk kemudian di kemas semenarik mungkin dan diberi harga dalam bungkus atau dipajang dalam

      ruang pamer.untuk dipasarkan

 

B. Produksi dari Limbah Sterofom

B.1 Ciri-Ciri Produk

·        Bahan baku diperoleh dari sampah anorganik berupa Sterofom bekas kemasan alat-alat elektronik,

      sampah ini sering sekali menyumbat gorong-gorong

·        Produk yang dapat dihasilkan beupa aneka Pot Cantik yang sangat unik dan tidak ada dipasaran.karena

      selain kuat juga ringan.

B.2 Proses Produksi

·        Sampah yang dikumpulkan dari hasil pemilahan di TPS Griya melati dan dari para pemulung ditampung di

      suatu tempat

·        Sterofom kemudian diparut sehingga menjadi butiran-butiran kecil

·     Campurkan Trerofom, Pasir halus (diayak), Semen dan air dengan Formula :5,3,2,1

·      Aduk rata adonan dan setelah rata masukan kedalam cetakan pot plastic yang sebelumnya cetakan tersebut

     dilumuri minyak bekas (Jelantah) atau oli bekas

·        Setelah itu simpan ditempat yang aman dan jauhkan dari sinar matahari dan diamkan selama 24 jam

·        Setelah kering benar keluarkan pot dari cetakan dengan cara dibalikan dan akan lepas dengan sendirinya.

·       Sebelum permukaan luarnya di cat sebaiknya permukaannya di olesi dengan cairan semen encer dan diolesi

      permukaannya dengan kuas

·        Setelah permukaannya kering lalu di cat sesuai dengan keinginan 

 

F. PENUTUP

            Demikian uraian ini kami buat dengan tujuan untuk agar usaha ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

  Dan bagi pihak pihak yang telah membantu banyak dalam kegiatan usaha daur ulang kami ini kami

 ucapkan banyak terima kasih.                

Attachments:
Download this file (tas daur ulang 002.JPG)KOLEKSI_02[ ]39 Kb
Download this file (tas daur ulang 003.JPG)KOLEKSI_03[ ]39 Kb
Download this file (tas daur ulang 004.JPG)KOLEKSI_04[ ]39 Kb
Download this file (tas daur ulang 005.JPG)KOLEKSI_05[ ]34 Kb
Download this file (tas daur ulang 006.JPG)KOLEKSI_06[ ]34 Kb
Download this file (tas daur ulang 007.JPG)KOLEKSI_07[ ]34 Kb
Download this file (tas01.JPG)KOLEKSI_01[ ]37 Kb
Download this file (tas02.JPG)ANEKA TAS[ ]290 Kb
Download this file (tas03.JPG)PROSES DAUR ULANG[ ]179 Kb
Last Updated on Sunday, 25 April 2010 07:42
 
Tentang Kompos. PDF Print E-mail
Written by lee   
Friday, 19 February 2010 01:47

Ingin berbagi karena ingin tahu lebih banyak. Tentang rumah kompos ini berdasar kepada paparan Pak Pon di depan tamu-tamu yang berkunjung mulai dari murid SD sampai dengan para Doktor. Dari lingkungan sekitar kampung sampai dengan tamu dari negeri sakura. Sebuah paparan yang sederhana, sesederhana proses pembuatan kompos Griya Melati itu sendiri.

Pemikiran awal tentang membuat kompos di Griya Melati adalah karena menumpuknya sampah yang tidak terangkut ke tempat penimbunan sampah kota karena tidak termasuk sampah rumah tangga. Pak Sony dan beberapa warga yang perduli pada saat itu mempunyai ide untuk bagaimana caranya sampah yang terlanjur dianggap sampah dapat dimanfaatkan kembali. Jadilah pada tahun 2005 dibuat bangunan yang akan dipergunakan untuk memproses sampah warga menjadi kompos. Demi membuatnya, Pak Sony rela merogoh kocek sendiri.

Selain membuat kompos, pembuatan produk daur ulang juga dirintis dengan mengirimkan Ibu Sharmila untuk mengikuti pelatihan membuat produk daur ulang. Alhamdulillah sampai saat ini bahkan Ibu Mila banyak menerima pesanan hingga nyaris tidak terpenuhi.

Hasil dari rumah kompos ini adalah dari 23 gerobak sampah produksi warga Griya Melati, hanya 7 gerobak yang tidak dapat diolah dan 'terpaksa' dikirim ke tempat pembuangan akhir di jalan Cifor. Contoh sampah yang terbuang diantaranya adalah diapers sekali pakai yang saat ini menjadi pilihan utama ibu-ibu yang memiliki bayi dan anak kecil. Gaya hidup praktis yang berdampak kurang baik terhadap lingkungan. Jika kita lakukan 4R (Reduce, Reuse, Recycle,and Replace), jelas diapers sangat tidak dianjurkan.

 

Last Updated on Thursday, 25 February 2010 10:11
Read more...
 
KOMPOS kita sudah terkenal PDF Print E-mail
Written by Widi Achmad Gozali   
Friday, 16 October 2009 09:02

BOGOR-–DPRD Kota Bogor menolak wacana pembangunan areal pengolahan sampah dalam kota Bogor. “Tidak mungkin membangun TPA di dalam kota,” ujar anggota DPRD Kota Bogor dari fraksi PKS, Yusuf Dardiri, Jum'at (28/8).

Menurutnya, merujuk pada kontur wilayah dan sosikultural masyarakat Bogor, wacana tersebut tidak sesuai. “Bogor itu sempit dan biaya operasionalnya pasti bakal sangat tinggi,” ujar Yusuf.

Menurutnya, metode pengelolaan sampah yang paling tepat bagi Kota Bogor bukan membuat TPA dalam kota, tapi menerapkan konsep pengolahan sampah berbasis komunitas. “Setiap perumahan harus dilengkapi dengan metode pengolahan sampah,” ujarnya.

Read more...
 


Previous Next
DIRGAHAYU RI 65 TH

Newsletter

 

Griyamelati.net  ::  Website Perumahan di Kota Bogor

Last Comment

14 Thursday, 02 September 2010 10:25
ariani
Salut,semoga lancar terus program komposnya
KOMPOS kita sudah terkenal , Widi Achmad Gozali
13 Friday, 20 August 2010 06:30
ali
sangat bags krn enak d bca
Tentang Kompos. , selly
12 Wednesday, 21 July 2010 19:14
Encep
Luar biasa kesadaran masyarakat RW 13 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat yang telah membuktikan bagaimana sampah rumah tangga tidak mencemari lingkungan. Rumah Kompos Griya Melati adalah bukti "Masyarakat Ramah Lingkungan" diwujudkan. Sejatinya menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam mengatasi persoalan lingkungan secara sederhana dimana teori 4R (Reduce, Reuse, Recycle,and Replace)telah dipraktekkan. Bravo para pengurus RW 13 Kelurahan Bubulak, Bogor Barat.
Tentang Kompos. , selly
11 Monday, 26 April 2010 05:53
budepitasony
Asslm.
saya ikut senang dan bangga Ibu bisa 'menindaklanjuti' pelatihan pemanfaatan sampah anorganik' yang diadakan RW bagi warga GM kira2 2 th lalu.
Usul saya, akan lebih baik jika bu Mila dapat menularkannya (secara gratis) kepada ibu-ibu GM lainnya serta para remaja GM. Boleh juga ini dimasukkan sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini yang rencananya akan diadakan Minggu, 9 Juni 10 di boulevard GM. Insya Alloh usaha ibu akan makin berkembang.
Wasslm.
Bdpitasony
10 Tuesday, 30 March 2010 16:12
selly
YW Pak Pujo dari BRP, smangat terus!
Tentang Kompos. , selly