Home Blog Warga

Blogger Warga

Section ini dibuat untuk menampung warga yang mempunyai hobi menulis dan ingin membagi cerita-cerita dengan warga sekitar.

Kita namakan BLOG WARGA supaya semua warga mempunyai kesempatan yang sama dalam menuangkan cerita-ceritanya.

Selamat menulis



Ke Tempat Sampah?? Ga Banget Deh! PDF Print E-mail
Written by lee   
Friday, 19 February 2010 02:33

Itu salah satu komentar pedas anak murid saya saat tau kunjungan hari itu adalah ke tempat pengolahan sampah Griya Melati atau yang lebih kita kenal dengan rumah kompos. Saat ini saya sangat prihatin dengan kurangnya kesadaran akan menjaga lingkungan terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Sering saya lihat mereka membuang sampah begitu saja tanpa berpikir apa yang mereka buang sesungguhnya adalah aset dari sebuah bencana.

Kegiatan field-trip 2 minggu yang lalu sebetulnya diprakarsai oleh para orangtua yang mendengar kabar tentang rumah kompos dari Ibu Rahmi, salah seorang warga GM yang giat menyuarakan rumah kompos untuk dijadikan contoh pengolahan sampah di lingkungan perumahan. Hal ini agak sedikit membuat saya malu, kenapa bukan saya yang menyuarakan kepada anak2 tentang rumah kompos GM, kenapa harus datang dari orangtua? namun darimanapun itu, yang penting anak2 sudah mau datang dan melihat rumah kompos kita. 

Ternyata ketika mereka benar-benar datang ke rumah kompos, mereka surprise dan bertanya kepada saya, "Miz, tempat sampahnya mana?", padahal saat itu mereka sedang berdiri di depan TPS GM. Hal ini jelas membanggakan saya sebagai warga GM, apalagi ketika Pak Sony dan Pak Pon rela tidak bersepeda hari itu untuk mempersiapkan penerimaan kedatangan tamu rumah kompos yang salah satunya adalah rombongan murid saya sebanyak 20 orang belum termasuk orangtua dan guru yang ikut mengantar mereka.

Harapan yang kita inginkan dari kunjungan anak2 ini bukan untuk menjadikan mereka dapat mengolah sampah menjadi kompos, melainkan lebih penting lagi adalah mengguggah kesadaran mereka untuk lebih mencintai lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Saya jadi ingat Ibu Enah (almh). Beliau adalah kepala sekolah saya ketika SD. Setiap bertemu murid-muridnya beliau selalu berkata: "Jangan membuang sampah sembaranagan," dan setiap kali beliau menjadi pembina dalam upacara hari senin, kata-kata itu selalu yang beliau ucapkan sehingga mengakar kuat dalam hati saya. Akibatnya adalah setiap tas saya selalu terisi sampah, karena saya selalu merasa daripada mengotori lingkungan dengan sampah kita, lebih baik simpan dulu untuk kemudian dibuang di tempat yang seharusnya (hanya kemudian setelah sampai di rumah lupa, oleh karena itu sampah bungkus permen di tas saya semakin bertambah..^_^). Bisa ga ya saya jadi penerus Bu Enah yang inspiring..?

Last Updated on Thursday, 25 February 2010 10:09
 
Kisah Ayam PDF Print E-mail
Written by Widi Achmad Gozali   
Monday, 18 January 2010 17:59

"brakkkk"

Suara itu mengagetkan aku yang sedang melihat keluar kaca jendela kereta api "cepat" ku.

"astagfirullah,..kasihan sekali...." usus korban langsung tercerai berai,...tulang benulang remuk lantak.

Segerombol ayam-ayam kampung mencari makan dipimpin sang induk yang rajin mengais-ngais tanah, sesekali sang induk memanggil anak-anaknya supaya makanan hasil "korehannya" bisa dinikmati anak-anaknya.

Kuperhatikan dengan seksama kelakuan anak-anak ayam itu. hmmm.. ada yang cuma berlari lari mendekati induknya, tapi sayang, dia selalu terlambat, mungkin karena badannya nggak sebesar sodara-sodaranya...hmm kasihan juga.

Satu saat sang ayam kecil itupun mendapatkan "rejeki" nya, mungkin karena kuperhatikan dia merubah strateginya, dia selalu mengikuti kemana ibunya mengais rejeki. Kala itu rejeki yang didapat cukup lezat buat mereka, kalo kulihat, mungkin semacam kecoak yang "segar".

Dengan riang gembira dia bawa rejeki yang baru didapat...berlari menjauhi sodara-sodaranya. Tapi kulihat ada seekor ayam yang lebih besar dari dia terus mengejar, berusaha untuk merebut makanan sodaranya. Si kecil terus berlari, tapi apa daya si besar sudah banyak makan asam garam per ayam an, dia berhasil merebut makanan itu dari si kecil.

Dengan sedih, si kecil mengejar ngejar untuk merebut kembali haknya, tapi si besar terus saja mengelak dan berlari, dan sayangnya di dia tidak menyadari dari arah pinggir, kereta ekspres dengan gagahnya melitas tanpa memberika aba-aba...

brakkkkkkk............................ si besar tidak berwujud lagi.

 

 
Ciri Orang Bahagia PDF Print E-mail
Written by Widi Achmad Gozali   
Tuesday, 24 November 2009 11:39

Eudaimonia. Kebahagian sejati tidak sulit mendapatkannya.  Sekali lagi saya kutipkan tiga ciri orang bahagia yang diambil dari hasil riset yang dilakukan pada orang-orang bahagia.  Mereka adalah:

Pertama, Orang-orang yang memberikan manfaat bagi orang lain (significance).  Kehadiran mereka dirasakan sebagai keberuntungan bagi banyak orang tanpa memandang latar belakang orang-orang itu.

Kedua, Menginspirasi (inspired). Mereka dapat menjadi pendorong bagi orang lain.  Mereka memotivasi orang lain untuk bergerak mendapatkan kebahagiaan, dalam bidang apapun.  Jika orang lain melihat mereka, mereka pun tergerakkan untuk melakukan sesuatu.

Ketiga, warisan bernilai (legacy).  Orang-orang bahagia adalah mereka yang bekerja penuh waktu untuk mewariskan sesuatu yang bernilai dan bahagia.  Warisan itu boleh jadi berupa ide-ide ilmu pengetahuan.  Bisa berupa bangunan-bangunan yang bernilai tinggi dan berguna, atau berupa orang-orang (kader-kader) yang mengantarkan orang lain pada kehidupan lebih baik.

(Dikutip dari buku Unlimited Potency of The Brain, Dr Taufik Pasiak, Mizan.  Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini)  

Post DIPOSTING OLEH Jamil Azzaini | November 24, 2009 dari jamil.niriah.com
 
Makna Sebuah Upacara Kemerdekaan... PDF Print E-mail
Written by harris maulana   
Wednesday, 18 November 2009 10:49

Cukup banyak cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 pada tahun ini. Ada pemecahan rekor dunia menyelam terlama lewat acara Sail Bunaken di Sulawesi Utara. Ada pengibaran bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di Pegunungan Elbrus - Russia. Dalam skala kecil, ada lomba mendaki bukit Bojongkoneng dengan sepeda lipat di Sentul Bogor dan masih banyak lagi acara lainnya dengan kemegahan dan keunikan tersendiri .

Termasuk sebuah upacara sederhana di perumahan tempat saya tinggal di Kota Bogor.Perumahan kami termasuk perumahan kecil dengan jumlah rumah tidak lebih dari 200 rumah. Dari kuantitas memang kecil, namun dari kualitas perumahan sederhana kami cukup nyaman karena telah memiliki koneksi internet lewat RT/RW Net, rumah kompos untuk mengolah sampah, kebersihan dijamin bersih dan sebuah mesjid jaminan untuk masa depan . Semua itu hasil swadaya warga.

Dapat dikatakan, perumahan kami seperti "Indonesia Kecil", karena warga yang tinggal mewakili daerah-daerah di Indonesia, mulai dari warga asal Aceh sampai Papua. Mulai suku Sunda, Jawa, Batak sampai Ambon. Semua ada disini.Setiap tahun sejak perumahan ini berdiri tahun 2004, kami selalu mengadakan acara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Mulai dari lomba tradisional anak-anak sampai pertandingan olahraga antar RT dan diakhiri acara Malam Panggung Gembira yang merupakan acara puncak peringatan kemerdekaan ini.

Last Updated on Thursday, 19 November 2009 13:37
Read more...
 
Secangkir Kopi PDF Print E-mail
Written by Evie Permata Sari   
Friday, 30 October 2009 23:22

Secangkir kopi 5 in 1 yang aku beli dari Manila menemani ku di depan laptop. Tegukan pertama aku harapkan bisa membuka ide apa yang ingin aku tuliskan di dalam komputer ini. Namun aku tetap bengong memandang layar kosong di depan ku.

Tegukan kedua, aku mulai membayangkan kenikmatan minum kopi ditengah-tengah kedai kopi di Ulee Kareng, Aceh. Loohhh kok…..!!!!betul… tiba-tiba ingatanku menerawang jauh keujung pulau Sumatra sana, saat aku masih bisa menikmati hamparan hijau pohon kelapa dan tiupan angin laut sebelum diluluhlantakan karena tsunami. Nikmatnya kopi aceh di kedai “Amat Solong” dengan aroma wangi yang khas membuat aku ketagihan seperti candu. Dimanapun ada kesempatan aku berkeliling desa di Aceh, pasti aku akan mampir ke sebuah kedai kopi dan memesan segelas kopi panas dengan sajian yang romantis, sebagai teman ngobrol di sore hari yang menyenangkan.

 

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2
Previous Next
DIRGAHAYU RI 65 TH

Newsletter

 

Griyamelati.net  ::  Website Perumahan di Kota Bogor

Last Comment

10 Friday, 21 May 2010 22:26
selly
siap nongkrong di depan metro n tvri besok pagi.. GM diliput lowh...
9 Sunday, 18 April 2010 08:08
Widi Achmad Gozali
Teman-teman, tolong apabila ada informasi, bisa dipost di sini, nuhun
8 Saturday, 17 April 2010 14:13
veronica
wow sangat menginspirasi tuh,,,
saya ingin numpang tanya,,jika ingin melakukan kegiatan kunjungan ke griya melati, siapa yg dapat saya hubungi ya dan brp nomor telponny??
saya dan teman2 berniat ingin melakukan kunjungan ke tmpt2 seperti ini, terutama setelah membaca artikel ini..ditambah lagi yg saya baca di web ini, selain membuat kompos ada pula pak tedy dan ibu sharmila yg mengolah hsl limbah plastik menjadi benda2 berguna seperti tas dan lainnya..
terima kasih
7 Thursday, 25 February 2010 14:56
Widi Achmad Gozali
Bravo, lanjutkan :)
6 Wednesday, 18 November 2009 13:27
Widi Achmad Gozali
MERDEKA......MERDEKA !!

Jadi terharu lagi baca tulisan ini, kita bangga sebagai bangsa Indonesia, ketika semangat itu mulai pudar...Ingat perjuangan Pahlawan kita....Ingat Upacara Bendera di RW kita....MERDEKA...