Untuk para pengunjung yang sudah pernah mampir ke tempat KOMPOS Griya Melati, silahkan mengisi testimoni di bawah ini.
Terima kasih atas kunjungan anda.
Ari Ulandari (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
): bertamu
Assalamualaikum,,
saya ingin berkunjung ke perumahan GM, pengen study banding masalah pengolahan sampah.
Friday, 02 July 2010
Adi Fitriadi (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
): Punten Ah.....
Mantaaapppp....lanjutkan perjuangannya yach. Orang baik pasti bakal dikumpulkan dengan orang baik lagi di akhirat nanti. Amin
Sunday, 23 May 2010
selly (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
): Untuk Pak Ali.
Memiliki satu saja warga seperti Bapak amat sangat membahagiakan, apalagi apabila usaha Pak Ali ini bisa ditiru oleh seluruh warga GM. Niat baik dan semangat Bapak dengan memilah sampah dari rumah jangan sampai terhenti hanya karena pancong, kita harus maklum buat orang yang tiap hari melihat sampah akhirnya semua sampah terlihat sama, padahal maksud kita memilah diantaranya adalah meringankan kerja para pegawai kompos ini. Mohon kesabaran dan lanjutkan terus usaha Bapak, semangat terus!
Saturday, 10 April 2010
Ali (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
): Sudahkah Pengelolaan Sampah di Rumah And...
Saya sebagai warga Griya Melati turut bangga dengan adanya Rumah Kompos. Tapi apakah cukup bangga saja atas sanjungan dan pujian yang didapatkan. Kotak sampah yang ada di depan rumah sudah saya ubah menjadi tempat sampah yang tertutup sehingga tidak terjangkau oleh kucing dan tikus yang suka mengacak-ngacak kala mencari makan. Hal ini berawal dari himbauan Pengurus RT/RW agar setiap rumah memilah sampah dapurnya sebelum dibuang. Saya pikir percuma kalau sudah dipilah, ditaroh ditempat sampah terus diacak-acak oleh tikus atau kucing. Perlu tempat sampah yang aman dari jangkauan mereka. Saya pikir pula, untuk apa menata halaman rumah kalau di depannya ada kotak sampah yang isinya kelihatan apalagi berantakan dan bau. Suatu hari saya melihat langsung pegawai kompos mengambil sampah dari kotak sampah di depan rumah. Terhenyak saya …. sedih sekali melihat sampah yang sudah dipilah-pilah dan dikantongin plastik diambil dengan pancong. Crash..crash…terus ditarik, otomatis plastiknya robek dan isinya berceceran. Heran saya kenapa tidak pakai tangan saja diambilnya, plastiknya kan masih bisa dipake lagi kalo tidak sobek. Saya tanya kenapa pake pancong, itu sampahkan sudah dipilah isinya jadi berantakan, dengan enteng dia jawab, ngga apa-apa nanti juga dipilah lagi…. Dia sudah menyia-nyiakan niat baik saya yang ingin mempermudah pekerjaanya. Padahal di rumah, saya sampai cerewet minta agar naroh sampah langsung dipilah ke tempat yang berbeda.
Monday, 08 March 2010
Pak Jaka: Sangat inspiratif
Terima kasih telah diberikan kesempatan untuk berkunjung dan belajar di rumah kompos griya melati.
kapan-kapan akan diterapkan di perumahan kami.
Sunday, 10 January 2010
widiag (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
): Test Buku Tamu